Belajar Data Analyst

Cara Belajar Data Analyst yang Efektif dan Efisien

Belajar Data Analyst – Abad 21, bermunculan perusahaan startup berbasis teknologi, mereka membutuhkan sosok data analyst untuk mengolah berbagai data di perusahaan. Data analyst masuk kategori profesi yang sedang populer.

Seorang data analyst bertanggung jawab untuk mengambil, mengumpulkan, dan mengelola data dengan angka penjualan, riset pasar, logistik, atau data-data perusahaan lainnya untuk menghasilkan kesimpulan yang berguna untuk keputusan bisnis. Dalam prosesnya, data analyst melakukan pengelolaan data menggunakan berbagai tools atau bahasa pemrograman yang mendukung seperti Tableau, Microsoft Excel, bahasa pemrograman R, dll.

Banyak yang mengira data scientist dan data analyst adalah profesi yang sama. Faktanya, kedua profesi yang berkaitan dengan data ini memiliki perbedaan yang signifikan. Singkatnya, data analyst bertanggung jawab dalam menggambarkan kesimpulan dari berbagai sumber untuk mencari solusi dan keputusan terbaik bagi bisnis, kesimpulan tersebut akan disajikan dalam bentuk laporan yang mudah dipahami seperti dalam bentuk grafik dan deskripsi. Sedangkan seorang data scientist bertanggung jawab untuk membuat prediksi yang akan datang dan menganalisis keakuratan sebuah informasi.

Tugas Data Analyst

Data analyst adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk melakukan analisis dan riset data untuk kepentingan pemasaran, pengembangan produk, aktivitas target pasar, dll. Seorang data analyst sekarang ini sangat dibutuhkan di dunia bisnis karena perilaku, selera, dan tren yang dekat dengan target pasar sangat cepat mengalami perubahan, dibanding dengan melakukan riset manual, proses data analytics lebih menghemat waktu dan dengan data yang lebih akurat. Biasanya, di perusahaan seorang data analyst bertugas untuk:

Mengekstrak data primer dan sekunder ke berbagai tools
Mengembangkan dan memelihara database
Melakukan analisis data berdasarkan tren
Membuat laporan hasil analisis data
Mengumpulkan data yang berkualitas
Berkolaborasi dengan data researcher untuk memperoleh data
Mengatur dan mengelola data sesuai jenis data
Menganalisis data dengan alat statistik
Mempresentasikan data yang sudah diolah
Berkolaborasi dengan programmer dan engineer untuk pengolahan dan penggunaan data

Hard-skill data analyst

Langkah pertama yang harus kamu lakukan ketika memulai cara belajar data analyst adalah mempelajari hard-skill dan tools pendukung, ada beberapa hard-skills dan tools yang bisa kamu pelajari, diantaranya:

Microsoft Excel

Secara umum, Microsoft Excel adalah software yang wajib dikuasai oleh para data analyst. Karena biasanya data analyst bekerja dengan data berupa angka, oleh karena itu Microsoft Excel digunakan untuk mengolah data secara sederhana dan kesimpulannya bisa terjawab hanya dengan menggunakan berbagai rumus.

Menguasai Bahasa Pemrograman

Ada tiga bahasa pemrograman yang populer dikalangan data analyst yaitu Python, R, dan SQL. Python biasa digunakan untuk web development, software development, mathematics, scripting data science, big data, data mining, bahkan hingga machine learning. Sedangkan bahasa pemrograman R adalah sebuah bahasa sekaligus software untuk pengolahan data dan grafik, bahasa ini juga terkenal karena merupakan implementasi statistik yang ringan untuk dipelajari.

Selanjutnya, pelajari SQL yaitu database yang menyimpan banyak data untuk diolah dalam bentuk informasi, biasanya software ini digunakan oleh data analyst karena proses analisa datanya lebih cepat dan bisa menampung jumlah dan kapasitas data yang lebih besar dibanding Microsoft Excel.

Visualisasi Data

Visualisasi data biasa dilakukan oleh seorang data analyst setelah mengumpulkan, menyusun, dan analisis data. Visualisasi data merupakan proses menerjemahkan sekumpulan data besar menjadi sebuah informasi dengan kesimpulan yang mudah dipahami oleh perusahaan. Biasanya, untuk memudahkan visualisasi data bisa menggunakan tools bantuan seperti SAS, Tableau, Cognos, dll.

Statistika

Karena data yang dikumpulkan oleh data analyst biasanya berupa angka, oleh karena itu untuk menginterpretasikannya data analyst harus memiliki kemampuan statistika agar bisa mengubah data menjadi informasi yang mudah dipahami dan relevan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Machine Learning

Sekumpulan data yang kamu dapatkan berdasarkan hasil pencarian di internet pasti akan menyesuaikan dengan masing-masing algoritmanya. Tentunya, algoritma setiap mesin pencarian dan media sosial berbeda-beda yang akhirnya mempengaruhi keputusan pengguna internet untuk mencari, melakukan review, sampai keputusan pembelian. Oleh karena itu, data analyst harus paham bagaimana cara machine learning bekerja dengan AI.

Data Warehousing

Salah satu tanggung jawab seorang data analyst adalah memantau dan memastikan data yang sudah dikumpulkan tersimpan dengan baik dan aman. Untuk bisa melakukan hal tersebut kamu harus memiliki kemampuan data warehousing.

Membuat Laporan

Terakhir tak kalah penting, tanggung jawab seorang data analyst adalah mempresentasikan sekumpulan data yang ada kepada perusahaan menjadi informasi yang bisa disimpulkan. Oleh karena itu, data analyst harus bisa menulis laporan dengan baik dalam format apapun, umumnya data analyst menggunakan format dokumen di Microsoft Word atau di Microsoft PowerPoint.

Soft-skill data analyst

Disamping hard-skills, data analyst juga wajib mengimbangi soft-skills agar hasil pekerjaan memuaskan, ada beberapa soft-skills yang bisa kamu siapkan, diantaranya:

Kemampuan komunikasi mulai dari negosiasi tim, presentasi, dll
Berpikir kritis saat menghadapi berbagai masalah
Attention to detail
Berpikir logis dengan memanfaatkan berbagai metode
Manajemen proyek
Dapat bekerja sama tim
Memiliki kemampuan analisis yang baik dan kreatif
Business knowledge

Portofolio Data Analyst

Portofolio data analyst merupakan kunci bagi talenta digital untuk bisa berkarier di bidang data. Portofolio yang menarik dan profesional adalah portofolio yang clear, mudah dipahami oleh pembaca dengan mudah dan jelas, serta menyampaikan informasi yang sesuai dengan topik yang diangkat. Setidaknya ada beberapa hal yang harus ada di portofolio data analyst, diantaranya:

Informasi dasar meliputi nama lengkap, informasi kontak, dan informasi relevan lainnya yang menunjang personal info di portofolio
Riwayat pekerjaan yang berkaitan dengan data analyst
Projects yan berisi hasil kerja berupa case yang berkaitan dengan data analyst
Tautan link yang bisa menghubungkan project yang sudah dikerjakan ke dalam platform untuk mempublikasikan hasil kerja dalam bentuk portofolio.


Prospek Karier Data Analyst

Cara Belajar Data Analyst (Photo by Barney Yau on Unsplash)
Data analyst saat ini menjadi salah satu profesi di bidang data yang banyak dicari perusahaan, biasanya rata-rata gaji data analyst ada di kisaran 10-26 juta/bulan (Sumber: Glassdoor). Menariknya, tak hanya dibutuhkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang digital, data analyst juga dibutuhkan hampir di semua industri sehingga peluang kerja akan semakin besar, kamu bisa bekerja di industri transportasi, kesehatan, perbankan, dan masih banyak lagi.

Rekomendasi Pelatihan Data Analyst

Jika tertarik untuk memulai karier sebagai data analyst, kamu bisa belajar bersama Bootcamp Data Science Digital Skola, bimbingan tutor expert, kurikulum berbasis industri, portofolio, professional branding, comprehensive learning module, dan fasilitas lengkap lainnya akan membuka jalan karier kamu menjadi data scientist, data architect, data analyst, hingga machine learning engineer. Penasaran?

Artikel Terkait

Wirya One adalah penulis utama dari blog Lentera EDU. Dia adalah pecinta ilmu komunikasi, psikologi, filofosi dan dunia internet.

Tinggalkan komentar