Fungsi Akuntansi Bagi Perusahaan

82 / 100

Fungsi Akuntansi Bagi Perusahaan

Fungsi Akuntansi Bagi Perusahaan – Apa itu pengertian akuntansi (accounting), lalu tujuan, definisi dari sudut pandang ahli maupun pemakai adalah seperti apa? Pelajari selengkapnya di Blog Mekari Jurnal!
Jadi apa itu fungsi utama akuntansi bagi perusahaan? Salah satunya adalah sebagai informasi keuangan suatu bisnis atau perusahaan.

Fungsi Akuntansi Bagi Perusahaan
Fungsi Akuntansi Bagi Perusahaan 1

Dari laporan yang dihasilkan maka dapat dilihat posisi keuangan suatu bisnis atau perusahaan serta perubahan yang terjadi didalamnya.

Ada beberapa pengertian yang perlu dipahami untuk mengerti peran penting akuntansi, diantaranya adalah sebagai berikut:

Sebagai pengontrol atau pengendali keuangan di dalam perusahaan. Di dalam kegiatan ekonomi khususnya di dunia bisnis, pengendalian merupakan faktor penting yang akan menentukan keberhasilan bisnis tersebut. Dengan adanya akuntansi, maka perusahaan akan mengetahui pengelolaan dana, berapa laba yang diperoleh, serta apakah ada kerugian dari aktivitas ekonomi

Accounting artinya bisa berperan sebagai media evaluasi perusahaan. Laporan-laporan akuntansi akan menunjukkan hasil perusahaan dalam periode-periode tertentu. Laporan yang berisi informasi-informasi penting yang dapat menggambarkan kondisi keuangan perusahaan. Sehingga, pimpinan perusahaan dapat mengevaluasi bisnis yang dijalankan sekaligus mengidentifikasi masalah-masalah keuangan yang sedang dihadapi

Berperan penting di dalam perencanaan perusahaan di masa yang akan datang. Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap laporan akuntansi keuangan, maka pimpinan perusahaan dapat memiliki gambaran atau tujuan bisnis yang ingin dicapai.

Sebagai informasi penting yang digunakan untuk tujuan pengambilan keputusan, pengawasan dan implementasi keputusan-keputusan perusahaan.
Apa Tujuan Akuntansi Secara Umum dan Khusus Adalah?
Jika dijelaskan lebih lanjut, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, apa saja itu tujuan dari akuntansi atau accounting?

  1. Tujuan Akuntansi Secara Umum

Memberikan informasi yang berhubungan dengan keuangan perusahaan seperti aktiva maupun pasiva.
Melaporkan informasi jika terjadi perubahan pada berbagai sumber ekonomi perusahaan seperti aset, hutang, serta modal.
Menyajikan berbagai informasi lainnya terkait laporan keuangan sederhana atau kompleks sehingga pengguna laporan akan terbantu.
Menjelaskan lebih rinci tentang informasi keuangan yang diharapkan dapat meningkatkan potensi keuntungan perusahaan.

  1. Tujuan Akuntansi Secara Khusus

Tujuan khusus dari akuntansi yaitu menyediakan informasi dalam bentuk laporan yang berisi posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan lainnya sesuai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

  1. Tujuan Secara Kualitatif

Menyajikan informasi keuangan yang relevan dan teruji kebenarannya karena dapat diperbandingkan dan disampaikan sesuai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) Memberikan informasi yang dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Membantu dalam penyusunan laporan keuangan untuk kepentingan pihak yang terkait dengan aktivitas perusahaan.

Menjelasakan kegunaan dari transaksi yang terjadi secara lebih terperinci
Apa Itu Manfaat yang Bisa Didapat dari Akuntansi?
Apa itu pengertian akuntansi (accounting), lalu tujuan, definisi dari sudut pandang ahli maupun pemakai adalah seperti apa? Pelajari selengkapnya di Blog Mekari Jurnal!
Akuntansi atau accounting artinya sangat penting jika Anda ingin mengembangkan bisnis dengan cara yang dapat diukur dan diprediksi.

Dengan memiliki sistem pelacakan aset, liabilitas, dan pendapatan bisnis, hal ini akan membuat Anda untuk memiliki kemungkinkan dalam membuat keputusan bisnis yang cerdas dan tepat berdasarkan kinerja masa lalu dan menyajikan kesehatan keuangan perusahaan Anda.

Dengan sistem yang jelas dan teratur, Anda tidak hanya bisa menganalisis data keuangan perusahaan, tapi juga membantu pertumbuhan dan menambah keuntungan.

Akuntansi yang baik juga membantu Anda memuaskan pelanggan. Bagaimana caranya?

Dengan mengetahui konsep dasar akuntansi dan kemampuan perusahaan secara finansial, dari pendapatan dan biaya.

Kemudian perusahaan bisa menentukan kemungkinan untuk berinovasi agar dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Dengan mengetahui kondisi finansial, perusahaan juga akan lebih memahami apa yang perlu dilakukan di masa depan untuk mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan dan mengembangkan bisnis.

Selain beberapa hal di atas, yang tidak kalah penting adalah seperti apa itu peran akuntansi untuk bisa membantu Anda melacak siapa yang berutang pada perusahaan.

Anda berutang kepada siapa, bagaimana cara mengelola catatan penggajian, pembayaran pinjaman, pembayaran bunga, dan mungkin yang terpenting, membuat Anda memiliki data keuangan yang Anda butuhkan saat datang waktu untuk mengajukan dan membayar pajak perusahaan.

Jenis-Jenis Bidang ataupun Spesialisasi Akuntansi Adalah Berikut Ini
Berikut ini adalah beberapa bidang spesialiasi dalam akuntansi:

  1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
    Objek atau Sasaran kegiatan dari akuntansi keuangan adalah transaksi keuangan yang dilakukan oleh suatu organisasi/perusahaan dan sudah terjadi (disebut juga data historis) yang menyangkut perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas perusahaan.
  2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
    Akuntansi biaya (cost accounting) memiliki sasaran yaitu transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya, terutama biaya-biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk yang sudah jadi. Bidang ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi mengenai biaya yang digunakan untuk kepentingan internal suatu perusahaan (manajemen). Sebagai contoh, informasi harga pokok produksi yang dibutuhkan untuk menentukan harga jual dan juga penyusunan atau pembuatan laporan keuangan perusahaan tersebut. Dengan demikian Akuntansi atau accounting artinya juga bisa memberi informasi kepada para manajer tentang produk mana yang lebih menguntungkan, dan produk mana yang sedikit menguntungkan. Hasil akhir dari bidang akuntansi ini adalah Laporan Harga Pokok Produksi (Statement Of Cost Of Good Manufactured). Laporan tersebut akan digunakanF oleh manajer untuk melihat dan menilai pelaksanaan rencana operasi perusahaan yang telah ditetapkan/dilaksanakan dan menentukan/membentuk rencana operasi untuk kedepannya.
  1. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
    Penjelasan mengenai apa itu pengertian atau definisi akuntansi manajemen adalah sebagai suatu bidang dalam akuntansi yang di dalamnya berisi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data historis (utamanya adalah berupa data biaya) dan data taksiran Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menyajikan data yang dibutuhkan manajer dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, dan juga diperlukan dalam proses penyusunan rencana kegiatan operasi untuk masa yang akan datang. Contohnya, untuk membantu para manajer keuangan dan menyusun rencana permodalan atau untuk membantu manajer penjualan dalam menentukan harga jual dari suatu produk yang baru dirilis. Setelah itu, dalam pengambilan keputusan yang bersifat khusus seperti menghentikan/mengembangkan suatu bagian yang berada dalam perusahaan tersebut, manajemen kemudian akan mengumpulkan data kemudian mengolah data biaya yang berhubungan dengan keputusan yang akan diambil. Intinya, jenis akuntansi atau accounting ini artinya akan mempunyai tugas utama untuk membantu para manajer dalam penentuan alternatif tindakan yang terbaik.
  1. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
    Pemeriksaan (auditing) adalah suatu bidang yang kegiatannya dapat berupa pemeriksaan terhadap catatan hasil kegiatan laporan keuangan. Kegiatan ini pada umumnya lebih bersifat pengujian atas kelayakan dari laporan keuangan suatu perusahaan. Pemeriksaan yang dilakukan dalam accounting jenis ini artinya adalah bersifat bebas (independen), walaupun bebas namun tidak sebebas-bebasnya, dan tidak berpihak kepada pihak-pihak tertentu sehingga hasil dari pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dijamin objektivitasnya. Laporan keuangan dapat dinyatakan layak, jika proses penyusunannya sesuai dengan kaidah atau prinsip-prinsip akuntansi yang lazim yaitu sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ( SAK ) yang telah berlaku secara umum.
  1. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
    Akuntansi perpajakan berhubungan dengan penentuan objek pajak yang menjadi tanggungan perusahaan serta perhitungannya. Kegiatan ini membantu manajemen dan menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan dilakukan, sehubungan dengan pertimbangan perpajakan. Oleh karena itu, akuntan yang bekerja pada bidang ini harus mengetahui benar tentang undang-undang perpajakan yang berlaku.
  1. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
    Apa itu definisi atau pengertian akuntansi anggaran adalah suatu bidang yang berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data-data operasi keuangan yang telah terjadi serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi, untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam suatu periode tertentu. Catatan-catatan mengenai perbandingan antara rencana operasi keuangan yang telah ditetapkan dengan pelaksanaannya merupakan alat bantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan.
  1. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
    Akuntansi pemerintahan / govermental accounting artinya merupakan bidang yang mana kegiatannya memiliki hubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan negara, sering juga disebut dengan istilah administrasi keuangan negara. Apa itu pengertian akuntansi (accounting), lalu tujuan, definisi dari sudut pandang ahli maupun pemakai adalah seperti apa? Pelajari selengkapnya di Blog Mekari Jurnal! Jabatan / Pekerjaan dalam Bidang Akuntansi Adalah Apa Saja? Akuntan merupakan seseorang yang sangat penting di dalam suatu perusahaan karena menyajikan informasi-informasi yang sangat penting bagi perusahaannya.

Di samping itu muncul berbagai persoalan-persoalan dalam bidang akuntansi sehingga mendorong profesionalisme jabatan atau profesi ini.

Pekerjaan di bidang accounting ini artinya tidak bisa dikerjakan asal-asalan, mengingat betapa pentingnya informasi yang dilaporkan oleh seorang akuntan.

Maka dari itu, harus dikerjakan oleh orang-orang yang memang sudah ahli di bidangnya dan bisa dibuktikan dengan sertifikat atau ijazah.

Dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1954, pasal 1 dan 2, dijelaskan bahwa yang disebut dengan akuntan (accountant) atau yang berhak memakai gelar tersebut adalah mereka yang mempunyai ijazah akuntansi.

Adapun ijazah ini tidak sembarangan bisa didapat di mana memiliki kriteria yaitu:

a. Ijazah yang diberikan oleh suatu universitas negeri atau perguruan tinggi lain yang dibentuk menurut undang-undang atau diakui oleh pemerintah, yaitu sebagai tanda bahwa pendidikan akuntan pada perguruan tinggi yang bersangkutan telah diselesaikan dengan baik.
b. Ijazah yang diterima setelah lulus dalam suatu ujian lain yang menurut pendapat panitia ahli (diangkat oleh Menteri Pendidikan) guna menjalankan pekerjaan akuntan dapat disamakan dengan ijazah akuntan. Bila dilihat dengan sudut pandang pekerjaannya, akuntan dapat dibedakan menjadi beberapa bidang yaitu akuntan publik, akuntan internal, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik.
Berikut ini kami jelaskan satu persatu mengenai 3 profesi akuntan yang telah disebutkan:

  1. Akuntan publik

Profesi akuntan publik adalah akuntan swasta yang memberikan jasa pemeriksaan akuntan kepada pihak lain.

Bidang akuntansi / accounting ini artinya termasuk dalam jenis akuntan eksternal yaitu ketika suatu perusahaan diperiksa oleh akuntan publik, maka pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang dari luar perusahaan itu.

Maka dari itu pemeriksaan yang dilakukan bersifat bebas (independen) namun tetap berpegang pada norma-norma pemeriksaan akuntan.

Selain memberikan jasa pemeriksaan, akuntan publik juga menyediakan jasa jasa lainnya seperti jasa konsultasi perpajakan dan konsultasi manajemen.

  1. Akuntan Internal

Merupakan akuntan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan swasta.

Mereka mendapatkan gaji dari perusahaan tempat mereka bekerja sehingga menjadi bagian dari perusahaan tempatnya bekerja.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan nantinya akan digunakan untuk kepentingan dalam perusahaan tersebut.

  1. Akuntan pemerintah

Merupakan akuntan-akuntan yang bertugas pada perusahaan-perusahaan negara, bank-bank pemerintah, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Pengawas Keuangan Negara, dan lain sebagainya.
Proses dalam Akuntansi Adalah Apa Saja?
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa akuntansi / accounting artinya adalah proses yang berkaitan dengan keuangan apa pun yang terjadi dalam bisnis atau organisasi.

Prosesnya terdiri dari mencatat, meringkas, menganalisa, dan melaporkan data.

Jika Anda ingin tahu lebih jauh, berikut adalah penjelasan keempat proses akuntansi tersebut, apa saja itu?

  1. Mencatat

Proses pertama dan yang paling penting dalam proses akuntansi adalah pencatatan transaksi yang terjadi dalam perusahaan.

Proses ini kerap disebut sebagai pembukuan akuntansi sederhana yaitu mengenali transaksi dan memasukkannya ke dalam catatan.

Adapun proses pembukuan berkaitan dengan pencatatan saja.

Biasanya pembukuan dilakukan untuk kepentingan pencatatan yang rinci dan menjadi laporan untuk menyajikan data sebagai laporan akhir keuangan.

  1. Meringkas

Umumnya, data mentah adalah hasil pencatatan transaksi dan dianggap tidak terlalu penting.

Data mentah ini tidak berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan.

Namun, di sinilah peran akuntan untuk menggunakan data mentah, membaginya menjadi beberapa kategori, dan menerjemahkannya.

Proses yang biasa terjadi juga termasuk mencatat transaksi lalu meringkasnya.

  1. Melaporkan

Setiap urusan yang terjadi di perusahaan adalah tanggung jawab manajemen.

Setiap pemilik bisnis harus mengetahui berbagai operasi atau kegiatan yang terjadi di perusahaan dan bagaimana perusahaan tersebut menggunakan uang.

Dalam hal ini, pemilik perusahaan akan menerima suatu laporan keuangan bagi perusahaan yang biasanya dikirimkan setiap bulanan.

Sementara itu, ada juga laporan tahunan yang akan merangkum semua kinerja dalam perusahaan.

  1. Menganalisa

Terakhir, menganalisa adalah proses akhir yang penting dalam akuntansi.

Setelah merekam dan meringkas, tentunya Anda harus menarik kesimpulan.

Di sinilah peran penting manajemen untuk memeriksa poin yang positif dan negatif.

Dalam menganalisa semua ini, akuntansi memperkenalkan konsep perbandingan.

Dimana Anda bisa membandingkan penjualan, laba rugi, ekuitas, dan lainnya untuk menentukan serta menganalisa kerja dan mengambil keputusan.

Dari banyaknya pengertian ilmu akuntansi, semuanya memiliki tujuan yang hampir sama dimana setiap tujuannya adalah memberikan laporan akurat yang berkaitan dengan masalah keuangan perusahaan.

Dengan memahami lebih dalam mengenai apa itu definisi pengertian akuntansi akan membantu Anda dalam menyajikan laporan secara detail mengenai pengeluaran dan pemasukan perusahaan sehingga dapat mengetahui keuntungan dan kerugian.

Selain itu, penggunaan ilmu ini juga akan membantu perusahaan untuk mengetahui karyawan yang melakukan kecurangan.

Apakah sekarang Anda bisa menjawab pertanyaan apa itu akuntansi?

Sekali lagi akuntansi atau accounting artinya adalah proses mencatat dan mengolah data pada setiap transaksi yang terjadi dalam bisnis.

Ini perlu Anda pahami dengan benar jika ingin menjadi seorang akuntan.

Siapa yang Berhak Menangani Akuntansi Perusahaan?
Apa itu pengertian akuntansi (accounting), lalu tujuan, definisi dari sudut pandang ahli maupun pemakai adalah seperti apa? Pelajari selengkapnya di Blog Mekari Jurnal!
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus mengetahui terlebih dulu ukuran bisnis Anda dan seberapa cepat Anda berharap untuk tumbuh.

Perusahaan publik dengan banyak korporasi biasanya menunjuk Chief Financial Officer (CFO) atau kepala pejabat keuangan untuk menangani keuangan perusahaan.

Perusahaan yang lebih kecil mungkin merasa perlu untuk menyewa seorang akuntan eksternal secara paruh waktu untuk membantu menangani faktur dan menjaga akun tetap up-to-date.

Secara umum, akuntansi perusahaan juga dapat ditangani oleh akuntan internal atau staf SDM Sumber Daya Manusia perusahaan itu sendiri.

Dan itu bagus, yang jelas, siapapun yang menangani akuntansi perusahaan akan sangat penting jika perusahaan juga memiliki fasilitas yang memudahkan seperti perangkat lunak atau software akuntansi untuk memudahkan pekerjaan tersebut.

Pihak-Pihak yang Memakai Informasi Akuntansi Adalah Sebagai Berikut
Siapa sajakah pihak-pihak yang merupakan pemakai informasi akuntansi tersebut, berikut ini adalah penjelasannya :

  1. Pemimpin Perusahaan (manajemen)

Pemakai informasi akuntansi yang pertama adalah pemimpin perusahaan (manajemen). Bagi pemimpin informasi ini berguna untuk :

Sebagai bukti pertanggungjawaban terhadap pemilik perusahaan atas kepemimpinannya dalam mengelola perusahaan tersebut.
Sebagai alat penilaian atas pelaksanaan operasi perusahaan, bisa secara keseluruhan, sebagian, maupun individu-individu yang mempunyai wewenang dan juga tanggung jawab.
Sebagai alat untuk mengukur tingkat atau besarnya biaya kegiatan-kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Sebagai dasar pembuatan pertimbangan-pertimbangan dalam membuat keputusan rencana kegiatan perusahaan untuk kedepannya.

  1. Pemilik Perusahaan

Perusahaan seperti PT, pimpinan perusahaannya diserahkan kepada orang lain, laporan akuntansi bagi pemilik perusahaan memiliki fungsi sebagai berikut :

Sebagai alat pemantauan atau penilaian atas hasil yang berhasil dicapai oleh pimpinan perusahaannya.
Sebagai dasar penentuan taksiran atau perkiraan keuntungan yang didapat kedepannya dan juga perkiraan mengenai perkembangan harga saham perusahaan tersebut.

  1. Kreditor dan calon kreditor

Kita sering mendengar kata kreditor, lalu apa sih itu kreditor.

Definisi dari kreditor yaitu orang atau badan yang kegiatannya memberikan jasa pinjaman (utang) kepada perusahaan, pinjaman tersebut bisa berwujud uang maupun berbentuk barang.

Laporan keuangan yang dilaporkan oleh akuntan akan memiliki kegunaan bagi para kreditor maupun calon kreditor, yaitu sebagai dasar pembuatan pertimbangan dan keputusan dalam pemberian kredit ataupun utang kepada perusahaan yang bersangkutan.

Kreditor atau calon kreditor akan menganalisa laporan keuangan tersebut, nah dari hasil analisa tersebut dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan nantinya mampu untuk mengembalikan pinjaman saat tiba waktunya (jatuh tempo) untuk membayar utang-utangnya kepada kreditor.

  1. Instansi pemerintah

Instansi atau badan-badan pemerintah tertentu juga membutuhkan laporan keuangan suatu perusahaan.

Misalnya Kantor Pelayanan Pajak yang menggunakan laporan keuangan untuk menentukan pajak penghasilan suatu perusahaan.

Selain kantor pelayanan pajak ada juga Badan Pengembangan Pasar Modal (Bapepam).

Laporan keuangan oleh Bapepam digunakan sebagai alat pengawasan keuangan perusahaan yang menjual sahamnya di pasar modal.

Selain kedua badan tersebut, ada juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang menggunakannya untuk pengumpulan data statistik.

  1. Karyawan

Tidak hanya pemilik perusahaan, pimpinan perusahaan dan manajemen saja yang membutuhkan laporan keuangan.

Laporan keuangan ini ternyata juga berguna bagi para karyawan perusahaan tersebut.

Untuk apakah laporan keuangan bagi para karyawan, berikut adalah fungsinya :

Oleh karyawan digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan tempat mereka bekerja dalam memberikan upah dan jaminan sosial lainnya.
Untuk menilai perkembangan serta prospek perusahaan, dalam rangka penentuan pilihan langkah yang harus dilakukan sehubungan dengan kelangsungan kerjanya.
Pada perusahaan yang biasa memberikan bonus akhir tahun kepada karyawannya, laporan keuangan digunakan oleh karyawan sebagai dasar penilaian tingkat kelayakan bonus (sesuai atau tidak) yang diterimanya dibanding dengan keuntungan perusahaan pada periode yang bersangkutan.
Seperti Apa Itu Pentingnya Akuntabilitas dalam Akuntansi Adalah Sebagai Berikut
Bila akuntansi dilakukan dengan benar, risiko terhadap keuangan perusahaan seperti penipuan maupun kebocoran anggaran yang tidak perlu akan dapat diminimalkan secara signifikan.

Adanya pencatatan akuntansi yang baik juga dapat membantu jika suatu saat pemerintah melakukan audit terhadap perusahaan.

Riwayat pencatatan akuntansi yang baik akan mempermudah perusahaan dalam melewati proses audit tanpa rasa was-was dan penuh kecurigaan.

Di satu sisi, akuntansi adalah nurani kuantitatif dari dunia bisnis, di mana semuanya terukur dan tertulis dengan jelas.

Artikel Terkait

WiryaOne adalah penulis utama dari blog Lentera EDU. Dia adalah pecinta edukasi, kreatifitas dalam dunia internet.

Tinggalkan komentar