Fungsi Beriman Kepada Qada dan Qadar


Fungsi Beriman Kepada Qada dan Qadar, Berikut ini adalah merupakan fungsi dari beriman kepada Qada dan Qadar yaitu:

Meyakini bahwa segala hal yang terjadi baik itu kejadian yang baik maupun yang buruk telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga membuat kita lebih bersabara dalam menghadapi kehidupan.

Ketika mendapatkan kebahagian maka kita akan berysukur dan disandarkan kembali bahwasanya kebahagian itu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


Membuat kita menjadi tawadhu dan tidak sombong dikarenakan semua yang kita raih bukan 100% hasil kita sendiri melainkan sudah Allah Takdirkan.


Tidak berlama lama jika mendapatkan musibah karena yakin pasti itu merupakan yang terbaik yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan.


Pembahasan
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan qadar secara bahasa sama artinya dengan takdir.

Sedangkan qadha’ secara bahasa berarti hukum atau ketetapan. Qadha’ dan qadar masuk dalam istilah kata “jika disebut bersamaan, maka kedua kata tersebut saling menjelaskan namun jika disebut terpisah, maka kedua maknanya sama.”

Beriman kepada Qada dan Qadar merupakan salah satu dari rukun iman yang 6 yaitu:

Iman kepada Allah.


Iman kepada Malaikat-malaikat Allah.


Iman kepada kitab-kitab Allah.


Iman kepada Rasul Allah.


Iman kepada hari akhir (kiamat).


Iman kepada Qada dan Qadar.


Di dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 38 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيْمَا فَرَضَ اللّٰهُ لَهٗ ۗسُنَّةَ اللّٰهِ فِى الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۗوَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ قَدَرًا مَّقْدُوْرًاۙ

mā kāna ‘alan-nabiyyi min ḥarajin fīmā faraḍallāhu lah, sunnatallāhi fillażīna khalau ming qabl, wa kāna amrullāhi qadaram maqdụrā

Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,

Maksud dari ketetapan yang Allah sebutkan adalah takdir yang telah Allah tuliskan di dalam Lauful Mahfudz. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa takdir tersebut telah tercatat 50.000 tahun sebelum bumi diciptakan sebagaimana hadisnya berbunyi:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”[HR. Muslim no. 2653]

Demikian, semoga bermanfaat

Artikel Terkait

Wirya One adalah penulis utama dari blog Lentera EDU. Dia adalah pecinta ilmu komunikasi, psikologi, filofosi dan dunia internet.

Tinggalkan komentar