Contoh Daftar Pustaka

75 / 100

Contoh Daftar Pustaka

Contoh daftar pustaka di buat bertujuan untuk menunjukkan bagaimana sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian tersebut harus dicantumkan. Daftar pustaka juga merupakan cara untuk menghargai penulis karya yang telah digunakan, dan membantu meningkatkan pemahaman penulis tentang suatu topik penelitian .

Daftar pustaka juga penting untuk memastikan bahwa semua informasi yang digunakan dalam penelitian berasal dari sumber yang bisa dipercaya dan valid.

Definisi Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah daftar yang berisi semua sumber yang digunakan dalam penulisan sebuah dokumen . Daftar pustaka mencakup semua buku, jurnal, artikel, situs web, dan sumber lain yang telah digunakan dan disebutkan dalam teks.

Setiap entri daftar pustaka harus mencantumkan informasi tentang penulis, judul, tahun diterbitkan, dan tempat publikasi. Ini membantu memastikan bahwa semua informasi yang digunakan dalam teks bersifat akurat, dan memudahkan pembaca untuk menemukan sumber asli.

Pengertian

Pengertian daftar pustaka adalah daftar yang berisi informasi mengenai sumber-sumber yang dikutip dalam sebuah karya tulis ilmiah. Daftar pustaka ini berisi informasi seperti nama penulis, judul buku/artikel, tahun penerbitan, dan lain-lain.

Contoh daftar pustaka dapat berupa: (Hartono, et al., 2021);; Semua sitasi yang dituliskan dinaskah wajib dituliskan pada daftar pustaka/bibliografi . Berikut beberapa contoh penulisan sitasi: (Suranto, D.
F. dan Dewa, P.W., 2020). Penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/ pustaka yang menjadi referensi .

Fungsi

Daftar pustaka adalah sebuah daftar referensi yang berisi informasi tentang sumber-sumber literatur yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah . Daftar pustaka memiliki fungsi penting sebagai alat pembuktian dari kredibilitas sumber literatur yang digunakan .

Daftar pustaka juga berfungsi sebagai cara untuk memberikan penghargaan kepada penulis sumber yang digunakan. Dengan mencantumkan daftar pustaka, penulis dapat menghindari tuduhan penjiplakan dan menunjukkan bahwa ia telah menggunakan sumber-sumber yang berkualitas dalam penulisannya.
Contoh daftar pustaka yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: (Hartono, et al., 2021); (Suranto, D.F. dan Dewa, P.W., 2014); (Hidayat , 2020).

Cara Penulisan Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka merupakan bagian penting dalam menulis sebuah karya ilmiah. Daftar pustaka harus mencantumkan nama penulis, judul tulisan, tahun terbit, tempat terbit, dan nama penerbit. Jika suatu referensi tidak memiliki nama penulis , judul referensi digunakan untuk mengurutkan referensi tersebut .

Referensi antologi seperti buku antologi atau artikel antologi harus mencantumkan judul karangan, nama penghimpun (Editor), tahun terbit antologi, judul antologi, tempat terbit, dan nama penerbit. Penulisan daftar pustaka juga harus mencantumkan kutipan langsung pendek, dengan menuliskannya sebagai satu paragraf dengan tulisan Anda dan disertai dengan tKamu kutip .

Menggunakan Sistem Pengutipan APA Style

Menggunakan Sistem Pengutipan APA Style merupakan standar yang diterapkan di sebagian besar ilmu pengetahuan dan lingkungan akademis. Sistem ini memungkinkan penulis untuk secara efektif mengutip sumber-sumber yang berbeda dalam tulisan mereka, memungkinkan mereka untuk menunjukkan bahwa mereka telah melakukan riset yang tepat.

Sistem ini juga membantu dalam menghindari klaim kepemilikan yang tidak benar. Dengan menggunakan sistem ini, penulis harus menulis nama sumber mereka dengan benar, serta mencantumkan informasi yang tepat tentang sumber yang mereka kutip.

Selain itu, penulis juga harus mencantumkan tKamu petik dan kutipan yang benar untuk menunjukkan bahwa kutipan atau informasi yang disebutkan berasal dari sumber lain.

Contoh Format Daftar Pustaka

Format daftar pustaka menurut APA (American Psychological Association) memiliki beberapa aturan yang harus diikuti . Nama penulis harus ditulis dengan nama belakangnya dan nama depannya hanya diinisial.
Judul tulisan harus ditulis dengan huruf miring. Nama jurnal, buku, atau sumber lain yang digunakan harus disebutkan dengan menggunakan format yang disepakati. Volume dan nomor edisi jurnal juga harus disebutkan.

Setelah itu, tempat dan tanggal penerbitan juga harus disebutkan. Aturan-aturan ini harus diikuti saat menuliskan daftar pustaka untuk memastikan bahwa sumber yang digunakan dapat dengan mudah diidentifikasi.

Berdasarkan buku panduan penulisan Tugas Akhir Universitas Brawijaya 2020-2021, dapat disimpulkan bahwa daftar pustaka yang baik harus mencakup informasi lengkap tentang sumber yang digunakan dan harus disusun sesuai dengan format yang ditentukan.

Daftar pustaka harus mencakup nama penulis, judul, edisi, tempat penerbitan, tahun penerbitan, dan URL, jika informasi ini tersedia. Penulis juga harus memastikan bahwa setiap sumber yang digunakan benar-benar digunakan dalam tugas akhir untuk menghindari klaim palsu.
Selain itu, daftar pustaka harus dorong penulis untuk menyimpan catatan yang akurat tentang setiap sumber yang digunakan.

Artikel Terkait

WiryaOne adalah penulis utama dari blog Lentera EDU. Dia adalah pecinta edukasi, kreatifitas dalam dunia internet.

Tinggalkan komentar